Rabu, 16 Maret 2016

Perbedaan sistem ABS dan NON ABS Pada Motor



Menurut saya artikel yang di buat oleh IWB(Iwanbanaran) sangat bagus untuk di baca dan dipahami karena artikel yang dibuat oleh beliau iyaa walaupun saya edit sedikit bahasanya agar lebih jelas karena menggunakan bahasa daerah tepatnya bahasa jawa, nah artikel ini membahas tentang teknologi ABS (Antilock Braking System) yaitu sistem pengereman yang lebih aman tentunya agar megurangin tingkat kecelakaan di jalan raya terutama ketika hujan atau sehabis hujan yang membuat aspal jalan menjadi basah dan licin, karena jalan yang licin ini sering menjadi penyebab kecelakaan di jalan raya setelah faktor kelalaian atau kesalahan manusia (Human error), walaupun teknologi ABS ini sudah di terapkan di mobil sudah cukup lama, namun cukup baru bila di terapkan di motor khususnya di Indonesia ini.
Tidak heran pabrikan besar masa kini berlomba-lomba memberikan fitur ABS (antilock brake system) pada produk mereka. Tuntutan tingkat keamanan untuk meminimize kecelakaan merupakan filosofi utama produsen. Nah…IWB kebetulan menemukan video menarik testing motor ABS versus Non ABS. Monggo silahkan) intip aja langsung…
Simulasi menggunakan aspal licin atau lintasan basah. Guna mendapatkan gambaran secara nyata, kuda besi menggunakan satu merk…..dengan salah satu motor dinonaktifkan fitur ABS-nya. Kemudian dipasang sebuah stick menyilang yang berfungsi sebagai penyangga/protektor jika sikuda besi dlosor. Terlihat…tester begitu pede tanpa membekali motor ABS aktif dengan perangkat serupa. Dan…akhirnya test menjawab semuanya…..
Jaran wesi (Kuda besi) non ABS dipacu…..lewat permukaan licin, rem dibejek habis! respon cukup mencengangkan sebab motor langsung melintir tanda ban kehilangan grip. Untung ada penyangga protektor yang mencegah rider dlosor (jatuh tersungkur) mencium aspal. Test dicoba berulang-ulang dengan hasil sama yakni….ban terkunci tidak bergerak sehingga berakibat karet bundar kehilangan cengkraman. Nah…simulasi dilanjutkan dengan fitur ABS aktif. Motor dipacu dengan kecepatan sama….kemudian direm mendadak. Disinilah teknologi ABS menunjukkan taringnya….

Sikuda besi berhenti secara anteng. Kalau sampeyan (anda) perhatikan…terjadi pergerakan suspensi naik turun tanda kaliper bereaksi mencengkram…melepas..mencengkram…melepas berulang-ulang guna mencegah piringan terkunci yang bisa berakibat ban lost grip. Proses tersebut sangat cepat….susah dilihat dengan mata telanjang (satu detik sekitar 25 kali). Berdasarkan simulasi testing….teknologi antilock brake system (ABS) secara siknifikan mampu mengurangi kecelakaan kendaraan roda dua yang bisa berakibat fatal… untuk videonya bisa dilihat di alamat blog ini http://iwanbanaran.com/2011/09/29/perbedaan-nyata-motor-abs-vs-non-abs/
Kesimpulan saya setelah saya dan anda membaca artikel yang di buat oleh IWB(Iwanbanaran)  bukan berarti aman aman saja, tetap kita sebagai pengendara juga harus berhati hati dalam berkendara menggunakan kendaraan apa saja ABS ataupu yang NON ABS. jadi teknologi ABS ini di gunakan di kendaraan roda dua sebagai salah satu kepedulian para pembuat kendaraan bermotor roda dua atau lebih tepatnya kita sering menyebutnya motor.

Jadi itulah kesimpulan saya dan SALAM SATU ASPAL
 
Sumber:
http://iwanbanaran.com/2011/09/29/perbedaan-nyata-motor-abs-vs-non-abs/
Di edit oleh : Fiky

Senin, 23 Maret 2015

Kelebihan Motor Injeksi pada saat Servis di Dealer Resmi

Kelebihan motor injeksi pada saat Servis berkala adalah motor injeksi lebih cepat karna motor berteknologi Fuel Injection hanya perlu membersihkan saringan udara yang terdapat di motor injeksi dan mengontrol sistem Injector menggunakan sofware komputer yang sudah tersedia di tiap bengkel bengkel pada dealer resmi tergantung merek atau brand motor anda, sehingga penanganan motor ini jauh lebih cepat ketimbang motor yang belum Fuel Ijection karna harus membuka karbulator pada motor dan juga harus membersihkan bagian dalam karbulator di motor tersebut, sehingga harus memakan waktu agak lama karna harus memasangnya kembali ke motor tersebut setelah selesai di service.

Minggu, 22 Maret 2015

Pergantian Oli Gardan Pada Motor Matic

Bagi anda yang menggunakan Motor Matic, selain harus mengganti oli mesin juga harus sering mengganti oli gardan pada motor matic anda setiap 2.000 KM atau jika anda ingin lebih gampang setiap 4x atau jika ingin lebih bagus lagi 2x ganti oli mesin maka 1x ganti oli gardan.

Nah itulah cara Pergantian Oli Gardan pada Motor Matic. Sekian dan Trima Kasih

Cara mengganti oli mesin motor anda secara berkala

Jika anda ingin motor tetap dalam kondisi prima di bagian mesin, anda harus rutin untuk mengganti Oli mesin seperti yang tertera di buku panduan servis setiap berapa KM atau paling lama 1 bulan sekali jika motor jarang di pakai, atau juga bisa setiap 5000 KM

itu sedikit Tips dari saya, semoga bermanfaat.

Cara menggunakan motor di pagi hari tampa memanaskan mesin terlebih dahulu

Yaitu dengan cara menggunakan Kick Starter atau biasa di sebut Selaan dengan kita menyela terlebih dahulu motor yang ingin di gunakan kurang lebih 5 sd 10 kali Kick Setarter atau menyela mesin motor akan lebih awet karna silinder mesin sudah terlumasi oleh oli yang berada di dalam mesin. sehingga motor dapan langsung di gunakan untuk beraktifitas sehari - hari.

nah itu lah sedikit cara dari saya. semoga bermanfaat.

Cara memanaskan motor di pagi hari

 jika ingin menggunakan motor di pagi hari ketika ingin dipakai bekerja usahakan untuk memanaskan mesin motor selama kurang lebih 5 sd 10 menit, agar tidak terjadi ke hausan mesin yang dapat membuat mesin motor menjadi tidak awet di bagian silinder karna oli yang untuk melumasih dinding silinder masih mengumpul di bagian bawah mesin.

Itulah sedikit cara dari saya, semoga bermanfaat. Trimakasih